Showing posts with label Blogging. Show all posts
Showing posts with label Blogging. Show all posts

Sunday, May 22, 2016

REVIEW NOVEL So I Married The Anti-fan (SIMAF)


Lee Geon Yong merupakan seorang wartawan ditugaskan untuk meliput acara pembukaan Klub Benny milik rapper JJ -salah seorang anggota grup dance Soul- setelah seorang rekannya mengatakan "Geun Yeong sajalah" ketika orang-orang kantor meributkan siapa yang harus meliput acara itu. Geon Yeong yang sudah terbiasa terlibat dengan semua pekerjaan yang tidak menyenangkan pun hanya bisa mengiyakan. 

Geun Yeong yang saat itu sedang duduk bersama beberapa wartawan lain di satu meja pada acara pembukaan Klub tersebut, akhirnya memutuskan untuk pergi ke toilet, namun tak sengaja ia melihat sosok Hu Joon yang sedang membentak seorang gadis. Akhirnya, Geun Yeong tak jadi ke toilet, namun ia tak menyangka bahwa dengan keadaannya yang telah minum beberapa gelas, ia melakukan beberapa kesalahan yang melibatkan Hu Joon.

Beberapa hari kemudian, Geun Yeong merasa tak terima saat Kepala Bagian mengatakan bahwa Geun Yeong dipecat dari pekerjaannya sebagai seorang wartawan, pikirannya pun langsung tertuju pada Hu Joon, ia berpikir bahwa ini pasti perbuatan si artis yang merupakan idola paling terkenal se-Korea. Beberapa rencana telah Geun Yeong susun untuk melakukan balas dendam kepada Hu Joon, namun karena tingkahnya sendiri itulah ia akhirnya terikat bersama Hu Joon yang menjadi idola, dalam sebuah variety show "So, I Married the Anti-fan".


Buku ini adalah novel terjemahan, cukup tebal karena punya 525 halaman, cover terbarunya warna kuning, sangat menarik perhatian. Isinya menceritakan tentang:
Geun Yong yang awalnya hanya seorang wartawan, kemudian dipecat, menjadi anti-fan seorang idol, terpaksa untuk terlibat dalam variety show dengan orang yang membuat ia dipecat, namun seiring berjalannya waktu ia justru memendam cinta terhadap Hu Joon. Tak disangka, Hu Joon pun memendam perasaan yang sama, karena selama mereka tinggal bersama, ia melihat sisi lain kepribadian Geun Yong.

Karakter Hu Joon di sini sama seperti idola Korea dikehidupan nyata,  sama juga kayak beberapa tokoh yang biasa kita temui di novel-novel. Digambarkan oleh penulis –yang juga terinspirasi oleh oleh Kim Hyun Jung dari SS501-- Hu Joon ini tampan dan memiliki citra yang baik di mata publik. 

Cerita yang disajikan dalam novel ini cukup menarik untuk diikuti, bahasanya pun sangat mudah dipahami, buat yang meyukai dunia kekoreaan pastinya akan sangat menikmati isi novel ini, karena banyak istilah korea yang tentunya bisa menambah kosa kata dunia korea kita.
Kalau dari segi cerita, saya terhibur dengan gayanya penulis yang menceritakan karakter Geun Yong yang konyol tapi bisa bijak juga dan Hu Joon yang dingin, percakapan karakter ditulis dengan makna yang kadang tersirat.
So, I Married the Anti-fan ini ditutup dengan manis, ceritanya membuat saya berimajinasi. Tapi, setelah selesai baca novel ini, saya merasa kurang greget. Kalau, soal kesalahan penulisan, masih ditemukan banyak typo, but overall ini novel recommended bgt!
FYI, novel ini di filmkan loh, yang menjadi tokoh Hu Joon adalah Park Chanyeol EXO, yang Kpop-ers pasti tahu. Idol SM yang tinggi, ganteng, yang jadi visualnya EXO, sedangkan yang berperan sebagai Geun Yong adalah aktris China. SeoHyun SNSD juga ikut berperan dalam film ini. Penasaran? Baca novelnya dulu deh..

Kita tunggu filmnya di tanggal 30 Juni 2016 ini.

Lihat trailer filmnya dulu yuk:



Keterangan buku:
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penerbit: Penerbit haru

ISBN 978-602-7742-61-1

Friday, April 29, 2016

#BahagiaDiRumah #BahagiaDiAsrama Bahagia itu Sederhana

Hai pembaca blog saya^^ kali ini saya mau menulis beberapa cerita, yang semoga bisa memberikan inspirasi dan manfaat buat yang membacanya.

Ketika membicarakan, ngobrol-ngobrol soal rumah, jadi teringat sama keluarga. Berhubung saya baru saja lulus dari kuliah, jadi saya mau menceritakan bagaimana jadi anak rantauan yang jauh dari rumah dan keluarga.

Selepas lulus dari sekolah tri-school alias SD, SMP, SMA saya tidak penah berpikiran untuk kuliah jauh dari rumah, karena ada kampus -yang favorit semua orang dan bagus- di dekat rumah, namun karena persaingan yang sangat ketat mengharuskan saya mau tidak mau harus mendaftar di kampus yang bukan ada di kota saya, yaaa meskipun jarak kota saya dengan kota kampus tidak jauh, namun melihat konsekuensi kalau kuliah pulang malam dan kondisi fisik, saya pun juga harus merantau yang artinya gak lagi tinggal di rumah dengan keluarga.

Kebetulan satu tahun di tempat kuliah saya mewajibkan tinggal di asrama kampus, dimana saya harus berbagi kamar dengan 3 orang lainnya, berbagi gedung dengan banyak orang lainnya.

Ketika memulai hari perantauan saya, mulai terasa menyenangkan, excited karena akan mendapatkan tempat baru yang meski asing dan akan mendapatkan teman baru meski tidak tahu bisa jadi teman hidup atau tidak #eaak

----

Satu hari satu malam tinggal di asrama bertemu dengan teman yang ternyata juga anak rantauan masih agak canggung, belum lagi saya yang belum membawa banyak perlengkapan ini-itu (karena saya pikir akan ada semuanya di asrama) jadi saya melewatkan malam dengan ’apa adanya’ bahkan ada salah satu teman saya yang merasa kasihan melihat saya, hehe padahal ini memang kesalahan saya.

Dua hari tiga hari terlewati… 
sampai pada akhirnya satu minggu terlewati untuk tidak tinggal di rumah dan jadi anak asrama, saya mulai merasakan ke-tidak-betah-an atau orang lain bilang dengan bahasa kerennya home sick, mulai dari badan saya yang tiba-tiba merasakan ke-tidak-cocok-an dengan air asrama, mulai merasa sakit-sakitan (oke, yang ini agak lebay hehe) akhirnya saya meminta izin kepada pihak asrama untuk izin istirahat di rumah, dan…… 

jegerr… 
pas di rumah saya merasakan lagi kasih sayang dan perhatian orang tua saya yang tidak akan saya dapatkan dari manapun, apalagi ketika sakit, siapa lagi orang pertama yang khawatir dan menjaga kita selain orang tua dan keluarga.

Dua atau tiga hari di asrama akan berbeda rasanya dengan di rumah, bila di asrama satu hari saja rasanya lama sekali, tapi di rumah, tiga hari saja berasa satu hari. Namun, karena kewajiban juga sebagai seorang anak untuk menuntut ilmu membuat saya harus kembali lagi ke asrama, saat di asrama saya sudah mulai dekat dengan teman sekamar, teman satu lorong, bahkan teman satu gedung meski tidak semuanya saya kenal hehe.
---

Melewatkan 1 semester di asrama ternyata tidak selama yang saya bayangkan, bila dulu saya merasa satu hari saja di asrama berasanya lama sekali, tapi kini ketika ada libur -saya yang notabenenya sering pulang ke rumah karena rindu rumah, alias rindu masakan ibu- terkadang juga rindu dengan candaan dengan teman sekamar, dimana bisa saling bertukar informasi ataupun cerita konyol, menonton film bersama, berbagi makanan, pinjam-pinjaman baju tas bahkan sepatu, bahkan sampai janjian untuk cuci baju bersama, lucu yaa… iya lucu dan jadi kenangan.

Hal yang paling membuat bahagia di tengah keluarga adalah merayakan hari bahagia, hari ulang tahun, #bahagiadirumah, bedanya kali ini ulang tahun saya dilewatkan di asrama, namun kebahagiaan itu hadir meski jauh dari keluarga, saya bisa mendapatkan kejutan dari teman kamar saya, dimana saya harus meniup lilin di jam 3 pagi. kejutan unik memang. 

Bahagia bila ulang tahun dirayakan dengan semua orang, seperti Tabloid Nova dengan Novaversary (Ulang tahun Nova ke 28 tahun) yang kali ini bisa mengadakan lomba menulis blog semacam ini, bisa meningkatkan kreatifitas dan kemampuan orang juga, terima kasih Novaversary.


---

Ketika sudah satu tahun terlewati, berakhir sudah masa tinggal di asrama, berakhir untuk tingggal dengan 4 orang dalam satu kamar, tapi tidak berakhir untuk hubungan dan silahturahmi kami sebagai keluarga asrama. Mengadakan farewell, ada sedikit sedih tapi bahagia pun juga ada, itu artinya saya bisa menjadi anak rantauan, yang harus jauh dari keluarga, jauh dari rumah.

Asrama, dari sini saya menemukan arti keluarga ke-2, selain dari keluarga di rumah, kebahagiaan juga bisa saya dapatkan dari keluarga di asrama, yang beda hanya tempat, satu di rumah satunya di asrama, bersyukur bisa menikmatinya, bersyukur bisa melewatinya, bersyukur bisa memilikinya, bersyukur bisa bahagia, #bahagiadirumah #bahagiadiasrama #bahagiaitusederhana.








Monday, June 9, 2014

Fashion Muslimah Season 2




 Toko Busana Kayyisa, kini lebih banyak produk muslimah yang ditawarkan. Semakin menarik dan pastinya dengan penawaran harga yang terjangkau juga

Cekidot!

Jilbab Segi Empat Dua Sisi

Jilbab 2 sisi, 1 sisi polos dan 1 sisi motif.
Bahan dobel hycoon
Ukuran 115 x 115 cm
IDR 62.000


 Jilbab Dua Warna
Jilbab 2 warna.
Bahan dobel hycon
Ukuran 115x115 cm
IDR 55.000
 
Yuk pesen!
hubungi ke nomor ini: 089630479914 sms/wa (ina)
Pin BB 758E054C
 
 
 
Liat Fashion yang lainnya?
 
 

Sunday, February 16, 2014

Kenal Dekat dan Jadi Hebat di Kampung Fiksi



Pernah tau tentang sebuah kampung? Kampung yang bukan sembarang kampung, kampung yang gak kampungan. Kampung yang isinya perempuan super. Kampung yang isinya banyak cerita. Kampung yang serunya pake bingit alias banget. Yap, apalagi kalau bukan Kampung Fiksi. Yeaay *prok prok prok


Kalau kamu belum pernah tau atau baru kali pertama tau soal Kampung Fiksi ini, saya juga! *eh.. Pertama kalinya tau tentang kampung ini tuh dari timeline twitternya mba Winda, seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak dan tinggal di Bekasi, Yep that’s right?! Mba ini apdet bingit di twitternya, jadi ya kepo-kepo dikit eh tau nya mba yang satu ini adalah salah satu penulis di kampung fiksi ini.

Tak kenal maka? Ta’aruf.. hehe

Yuk kita kenalan lebih jauh mengenai kampung fiksi ini, biar aku, kamu, dan kalian tau, jadi kita sama-sama tau *apa sih :D

Kampung fiksi ini dibuat oleh orang kece yang memang hobi dan tertarik untuk menulis fiksi, mereka sering ber-chatting ria di media online, dan bertemu di komunitas online, karena kesamaan hobi ini mereka memutuskan untuk membuat suatu wadah yang bisa menampung tulisan atau cerita mereka dan bisa saling berkomentar maka dibuatlah kampung fiksi. Siapa aja mereka? Nih Indah Wd, Ria Tumimomor, G,  Winda Krisnadefa, DeasyMaria, Meliana Indie, Endah Raharjo, dan Sari Novita 

sumber: news.liputan6.com
Awalnya, website kampung fiksi ini masih menggunakan blog gratisan (kayak saya ini, hehe) seiring jalannya waktu, kampung fiksi belakangnya udah dot com.  Tahun 2010, KampungFiksi.com akhirnya terbentuk. Visi dari kampung yang inspired orang banyak ini adalah “ menularkan kegemaran mengarang cerita” seperti saya yang jadi termotivasi untuk semangat dan gemar menulis, karena terinspirasi dari salah satu anggota Kampung Fiksi ini yaitu mba Winda, pernah juga saya ikutan lomba menulis blog, kala itu dalam rangka ulang tahunnya emak gaoel di blog mba Winda, tapi sayang amat disayangkan saya gak termasuk di salah satu finalis apalagi pemenangnya, hiks :”)

Dari kampung fiksi ini juga kita bisa  banyak belajar bagaimana mengasah kemampuan kita untuk menulis dan gak cua sekedar bisa menulis, tapi juga bisa terbiasa dan disiplin dalam menulis, karena bakat tanpa disiplin dan kerja keras tidak akan menghasilkan apa-apa.

Lanjut lagi,

Kegiatannya Kampung Fiksi banyak macemnya fren! Mulai dari lomba-lomba nulis cerita pendek secara online sampai workshop secara offline. Nah kayak tulisan ini nih, Kampung Fiksi yang ngadain lombanya, lombanya seru, hadiahnya bling-bling~ bikin muka pengen dipasang alias mupeng :D gimana gak mupeng, bejibun hadiahnya! mulai dari handphone Smartfren Andromax I2, paket buku Mizan, Stiletto Book, Loveable, sampe ke Bentang Pustaka. hadiah Mug dari Kampung Fiksi sendiri juga gak mau ketinggalan..


nih salah satu hadiahnya, mupeng kaaaaang :D

Salah satu kegiatan serunya yaitu J50K Januari 50 Kilo, yaitu kegiatan menulis novel sebanyak 50.000 kata selama 30 hari setiap Januari



Nah, tau kan? Kenal kan sama Kampung Fiksi. Kalau mau tau penjelasan yang lebih langsung aja ke TKP fren! Datengin ke websitenya dan temukan banyak manfaatnya..

"Ikut memeriahkan ultah Kampung Fiksi yang ke-3 bersama Smartfren, Mizan, Bentang Pustaka, Stiletto Book dan Loveable."

Saturday, December 7, 2013

Smart Bermanfaat

SMART. Ada yang tau artinya smart? Orang yang pinter bisa gak dikatakan smart? Orang yang cerdas, yang bisa ngerjain soal fisika dan kalkulus yang super duper susahnya pake banget bisa gak dibilang smart? Mungkin diantara kalian banyak yang bilang ya, bisa jadi, atau mungkin tidak.

Tapi menurut saya, smart itu gak cuma pinter, gak cuma ahli ngerjain soal kalkulus yang soalnya emang bisa saya katakan susah banget. Smart menurut definisi saya adalah bisa melakukan kegiatan positif atau punya usaha yang gak orang lain lakukan. Bisa bermanfaat buat dirinya sendiri dan orang disekitarnya adalah orang yang smart.

Seperti cerita dua pengalaman saya ini. Simak ya!

Dua pengalaman saya ini berhubungan dengan yang namanya tumbuhan pengganggu, alias gulma.

Cerita pertama..

Sunday, November 17, 2013

Bogor Art Festival 2013

Malam semua, baru dapet kesempatan lagi nih buat nulis (baca: baru sempat)

Hari ini, sabtu 16th November 2013, bakal jadi hari yang menyenangkan buat saya dan beberapa teman saya.  Seminggu setelah UTS garing kalo dilewatin cuma dengan kegiatan yang biasa aja, nonton flm di kosan itu udah terlalu mainstream apalagi kalau sabtu malem (red: malem minggu) gak kece kalau hidup cuma di depan TV nonton YKS, #eh. Nah kebetulan di IPB ada acara yang cuamik! Keren bin kece buat diikutin. 

Yap, that’s 3rd Bogor Art Festival , sebenernya ini acaranya adalah rangkaian, tapi yang serunya adalah closing ceremonynya, ya hari sabtu ini.. Karena gak cuma nampilin music yang biasa, di acara ini tampil Host yang dibilang —belum terkenal—yaitu The Dandees alias Danang dan Darto, yang saat ngebawain acara omongannya mengarah kemana-mana, tapi kecul, keren dan lucu. 

The Dandees a.k.a Imam Darto dan Dimas Danang

Gak Cuma artis yang —belum terkenal— aja yang hadir, hadir juga band dan penyanyi yang lebih kece dan udah terkenal, kayak Souljah, Abdul and the Coffee Theory and special guestnya adalah Rio Febrian… *histeris*

tiket BAFEST 2013 35 ribu loh..

Berhubung ini acara banyak artis yang hadir, maka gak heran kalau yang dateng membludak sampe tumpeh-tumpeh, ahaha oke yang ini agak lebay— jadilah kita, iya saya sama temen saya, kumpul di kampus jam 5, dan kita udah stay di depan GWW jam 5.30, dan kalian tau? Meski kita udah dibilang getol banget (karena open gatenya jam 06.00) tapi masih ada yang lebih getol dari kita, yak! Yang udah dari jam 5 antri di depan pintu masuk demi untuk dapet tempat paling depan dan deket panggung, Oh my..

Jam 06.00 ternyata belum di buka, biasa deh ngaret, jam 06.30 baru dibuka. Mulailah bergerilya mencari tempat strategis, dan meski udah lari-larian demi tempat aman, tetep aja dapet tempatnya yang belakang, tapi gak apa, yang penting keliatan.. acara dibuka, penampilan dari music tradisional, finalis IAC, dan Jember Fashion Carnaval..

Taukah? JFC ini keren abis! Bener-bener total untuk nunjukin budaya Indonesia lewat fashion. Secara sih, JFC ini udah World Class, bisalah sebanding dengan Carnaval didunia. Nih liat penampakannya yang bikin saya excited dan mangap-mangap karena kagum..



Abis JFC, barulah nongol The Dandees yang memandu acara, mereka bikin kita ketawa ngakak, sampe bingung itu host atau pelawak -_- launching single mereka yang Tiada Kata yang terucap, empla emple lalelalala, sampe shikat miring..

Abdul and the Coffee theory yang tampil diawal, nyanyiin lagu Happy Ending, uuh so swiit, ini lagu yang udah sering banget di puter di plasylist saya, jadi ya bisalah ngikutinnya.. 
“Kaulah yang pertama ingin ku lihat, saat mentari mulai bersinar
Kaulah yang terakhir, ingin ku lihat saat ku penjamkan mata
Indah matamu, indah wajahmu mampu menyinari duniaku
Indah hatimu, indah cintamu mampu menyadarkan diriku
Walau tak ada cinta di dunia, ku kan selalu disampingmu, karena kamu Happy Endingku…”
Jazznya oke banget, dan drumernya @echasoemantri bikin gregetan >.< setelah happy ending.. Loveable, Agar Kau Mengerti, Beauty is You juga dinyanyiin, dan lagu pamungkasnya Aku Suka Caramu yang udah saya tunggu-tunggu akhirnya dinyanyiin juga…
“Aku suka… semua tentang kamu!”




Setelah nge-jazz bareng abdul, penonton diajak nge-reggae bareng Souljah, nyanyiin 5 lagu dan Cuma lagu terakhir yang I’m Free yang saya bisa –“ 


Udah jam 10 malem tuh, tapi masih semangat buat nungguin special guestnya, dan akhirnya jam setengahh 11 Rio Febrian keluar jugaaaaaa, aaaaaakh *histeris lagi*

Ini nih, performancenya Rio, nyanyiin lagu Tiada Kata Berpisah yang aslinya mellow abis tapi jadi lagu yang bisa bikin nari lalalala~~



Dan emang aslinya, Rio lagunya buat orang yang lagi galau bin kalut hatinya, jadi yaa dibawa lah suasana GWW malem-malem jadi suasana galau dengan lagu Aku Bertahan, I Believe I can Fly, Inikah Namanya Cinta, dan lagu terakhir yang bikin galaunya klimaks adalah Jenuh.. uuh
“Ternyata hati.. tak bisa berdusta meski ku coba, tetap tak bisa..”
“Meski begitu indah, ku masih tetap saja.. Jenuh…”


Ini emang bener-bener acara kece badai, meski galau di akhir tapi galau yang happy ending #eaaa salut buat panitianya, lighthing panggung dan artisnya keren banget.. meski tiket harganya agak mengocek dompet tapi puas dengan performance artis dan penyanyi yang dateng, gak nyesel~~ satnite yang Happy Ending :”)

BAFEST 2013


Thursday, August 15, 2013

Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak

Saya mau share pengalaman saya bersama Good Day. Kopi yang memang sudah jadi pilihan saya, karena selain rasanya yang enak, aromanya yang nikmat, pilihan rasanya banyak. 

Sejak SMA saya menyukai Good Day. Biasanya sehabis jam pelajaran olahraga saya membelinya. Good Day Coolin favorit saya. Selesai panas-panasan dan berkeringat, minum Good Day yang dingin rasanya nikmat, bikin tubuh dan pikiran jadi fresh. Sehingga gak ngantuk ketika harus menyimak pelajaran lain sehabis berolahraga.

Di kantin sekolah memang ada yang menjualnya, biasanya saat jam istirahat banyak yang membeli. Ngobrol bareng di kantin, nikmatin makanan temennya segelas Good Day dingin. Gak salah kalo bilang Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. 

banyak pilihan rasanya

Sekarang, saya sudah jadi mahasiswa, di salah satu perguruan tinggi negeri di Bogor. Satu tahun pertama di sini, harus tinggal di asrama. Wajib hukumnya. Tinggal di satu kamar bersama tiga orang teman saya yang lain, yang beda jurusan. Tinggal tidak bersama orang tua butuh persiapan, segalanya harus bener-bener disiapkan biar betah tinggal di asrama. Seringnya saya dan teman saya, sudah stock makanan dan minuman instan, yang siap seduh. Jadi ya, kalo lapar dan haus gak perlu lagi harus jalan keluar asrama beli makan dan minum. Mie instan sudah pasti ada, di lemari saya dan teman saya. Untuk minumnya saya sedia Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak, Hehe jadi kalo sarapan temennya ya Good Day ini.

Saat ini saya sudah semester lima. Yang namanya mahasiswa gak akan jauh dari yang namanya tugas dan ujian. Ditambah lagi kalo yang memang aktif di organisasi, sibuk rapat sana-sini. Tugas-tugas nambah jadi bukan hanya tugas kuliah, ujian pun juga nambah, bukan hanya ujian mata kuliah tapi juga ujian hidup *loh apalagi saya yang semesternya bukan lagi semester awal, tugasnya semakin banyak, ujian hidup juga semakin banyak. 

Saya sering mengalami ini, banyak tugas, mempersiapkan makalah dan laporan yang besoknya harus mesti banget dikumpul, terus ditambah amanah organisasi yang juga tidak boleh lewat dari yang namanya deadline. Tapi seringnya saya gak tahan sama yang namanya ngantuk. Saat ngerjain tugas, gak lama kemudian tidur, besoknya panik karena tugas dan laporan belom selesai. Duh, gak lagi lagi deh tidur saat banyak tugas dan laporan. Nah, makanya sampai sekarang masih aja sedia stock Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. 

Kadang pernah tuh denger yang namanya istilah nokturnal, itu loh yang biasanya aktif di malam hari. Mahasiswa banyak yang mengalami ini. Mahasiswa ‘nokturnal’? iya, mahasiswa yang aktifnya malam hari, eh tapi ini bukan berarti kuliahnya malam loh, maksudnya aktif disini mahasiswa itu sering mengerjakan tugas di malam hari sampai harus merelakan waktu tidurnya alias begadang, kemudian siangnya ketika di kelas, mahasiswa malah tidur. Alhasil ketika kuliah hanya datang, liat materi hari ini, setelahnya tidur sepanjang dosen menerangkan, sampai di slide terima kasih baru bangun. Haduh gak patut ditiru juga sih kebiasaan kayak gini. Pengennya ngerubah sifat jelek ini. Gak mau lagi tidur saat kuliah. Ganggu. Pas mau ujian jadinya SKS terus alias Sistem Kebut Semalem. Makanya, emang paling tepat ngerjain kalau sedia Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Kan minum di dalam kelas gak dilarang sama dosen. Hehe




Kalau minum kopi lain, biasanya suka timbul efek samping, seperti deg-degan terus, tapi kalau minum Good Day tidak ada efek samping seperti itu. Alhamdulillah tugas selesai, ujian bisa, IP dan IPK juga Alhamdulillah.

Enaknya lagi nih, kalau beli Good Day, kardusnya gak dibuang. Kardusnya bisa dimanfaatin jadi barang yang berguna lagi. Biasanya disampul pakai kertas kado, jadi tempat untuk menyimpan pernak-pernik dan aksesoris, juga bisa untuk tempat menyimpan uang. Namanya juga mahasiswa, ada aja ide kreatifnya. Jadi, gak Cuma kopinya aja yang punya manfaat, kardus bungkusnya juga bisa bermanfaat. Alhamdulillah :)

Monday, August 5, 2013

Antara Ukhuwah dan Ta'jil

Assalamu'alaikum...

Yap, pertanyaan yang bagus! Ada cerita apa hari ini?

Di bulan Ramadhan ini, saya mau share pengalaman saya dengan teman-temen seperjuangan saya ketika SMA. Teman-teman Rohis SMAN 5 Depok angkatan 8, dan kami menamakan angkatan kami As-Sidiqien. Hari itu hari sabtu, tepatnya tanggal 3 Agustus 2013, kami melakukan suatu –ini bisa dikatakan– project, yaitu #GTT apa itu? 
#GTT adalah singkatan dari Gerakan Tebar Ta’jil.
Ide #GTT ini adalah ide dari teman saya, muncul ketika ada keinginan yang besar untuk bertemu dan menyambung tali silaturahim dengan beberapa teman seperjuang sewaktu SMA, tetiba muncul keinginan untuk bisa memberikan suatu kontribusi bagi masyarakat. Jadi tidak hanya bisa berbagi keseruan dengan teman saja, melainkan bisa juga berbagi dengan masyarakat. Karena kami sudah jadi mahasiswa yang nantinya akan kembali dan mengabdi dalam masyarakat. Maka, dengan berharap dengan dimulai dari sesuatu yang kecil, kemudian bisa membentuk suatu komunitas yang nantinya bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih banyak lagi.

Project ini memerlukan dana, karena untuk bahan-bahan ta’jil harus dibeli dengan uang *yaiyalah hehe J Dananya dari mana? kami berinisiatif bahwa dana untuk project ini adalah dari infak kami yang sebelum hari H dilaksanakan sudah dikumpul.

infak/sedekah = menabung pahala

Sewaktu acara SIROH (Silaturahim Rohis SMAN 5 Depok), kami mempublish kepada seluruh angkatan rohis yang datang terkait project kami ini, terutama ajakan untuk menjadi donatur, karena semakin banyak dana yang terkumpul maka ta’jil yang dibagikan juga semakin banyak, dan insya Allah semakin berkah.

Menjelang hari pelaksanaan sebagian besar dari teman-teman saya berhalangan hadir karena masih punya beberapa agenda di luar, sebagian lagi ngga ada kabar karena ngga bisa dihubungin. Sampai ada teman yang sudah mulai frustasi dan mulai bimbang apakah kegiatan ini jadi di lanjutkan atau ngga? di tambah dengan kenyataan bahwa saldo di rekening untuk mengumpulkan infak dari teman-teman masih kosong. Terus gimana kelanjutannya?
Kuncinya sabar dan istiqomah
Dengan izin Allah ternyata salah satu teman saya mendapatkan sms bahwa ada seseorang yang sudah mengirimkan infak untuk project ini. Kemudian yang awalnya project ini akan dilaksanakan selama 3 hari, namun karena kesibukan dari masing-masing  teman kami, maka hanya dilaksanakan 1 hari dan diputuskan hari sabtu. Begitu dihubungi apakah banyak yang bisa datang untuk megeksekusi project ini, sebagian besar teman-teman mengatakan bisa. Alhamdulillah..
meski cuma sehari, keseruannya gak tertandingi!
Langsung aja cerita di hari-H-nya..

Tempat untuk mempersiapkan ta’jil dan lain-lainnya adalah rumah teman saya yang memang biasa dijadikan teman kumpul, hehe. Ba’da dzuhur dimulai persiapannya, tapi ketika waktu sudah mendekati ashar, persiapan untuk membungkus ta’jil, membuat kertas tausiyah, dan juga minumnya belum di persiapkan sama sekali karena yang konfirmasi bisa datang belum setengahnnya hadir -__- *maklum yah memang agak susah memang sudah 5 tahun gak ketemu *eh

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan teman-teman sudah kumpul kami mulai untuk mempersiapkan ta’jil. Dimulai dengan membungkus kue bolu potong dan juga kurma. Lumayan banyak yang dibungkus, karena kami menargetkan untuk tebar ta’jil sebanyak 200. Wow! 

3 buah kurma yang dibagikan dalam #GTT

Dan gak terasa waktu cepat berjalan, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore lewat dan kami belum selesai membungkus, maka dengan cepat dan bagi-bagi tugas kami segera menyeleseikan. Dan pada waktu lagi buru-burunya ini lucu, semuanya sibuk dengan tugasnya masing-masing dan lucu karena kami terlihat seperti buruh pabrik *eh.

Setengah 6 kami selesai! Langsung kami menuju lokasi untuk tebar ta’jil. Dan gak cuma yang ikhwannya aja yang naik motor, kami para akhwat juga berangkat dengan motor, kan akhwat tangguh!

Ketika sampai di lokasi adzan Maghrib tinggal 2 menit lagi, maka tanpa ba-bi-bu lagi kami langsung mulai tebar ta’jil. Lokasinya di jalan Margonda Raya, tepatnya di lampu merah perempatan Juanda. Keadaannya memang lagi macet, dan ini pas untuk kami bisa membagikan ta’jil dengan mudah, Pak Polisi yang ada juga sudah memberikan izin kepada kami. 
Keseruan dan kesenangan saya lihat di wajah masing-masing teman saya. Karena ini adalah project pertama kami!
Sukses untuk tebar ta’jil, lanjut shalat maghrib, setelahnya kami lanjut untuk makan bareng.
Ada banyak kejadian seru dan tak terduga selama kami mencari tempat makan.
Mulai dari Warung Steak (yang jadi tujuan awal kami) yang penuh, harus nunggu setengah jam, akhirnya pindah tempat tapi gak jelas mau kemana, dan disaat lagi bingungnya kami mencari tempat makan, salah satu dari teman kami kehilangan kunci motornya, tapi motornya masih bisa menyala meski gak ada kunci dan bensin'a tinggal dikit *kok bisa? *entahlah.. karena bingung dan jalanan macet jadi pada ke pisah-pisah dan sebagian besar dari kami gak punya pulsa telepon *cuma satu orang yang punya, salah satu dari teman kami inisiatif untuk duluan mencari tukang kunci, teman kami yang lainnya langsung ke tempat –yang akhirnya memutuskan untuk makan di warung pecel lele lela– (gak maksud promosi juga sih ini) kemudian pas acara dibuka ada yang ngomong tapi gak kedengeran dan ujung-ujungnya jadi gak jelas, motor teman kami akhirnya bisa dimatiin dan tukang kunci akhirnya sampai datang juga, setelah itu, lucunya lagi, bayar makan yang ribet kembalian karena harga masing-masing makanan belum termasuk ppn 10%. Itulah...


tebarkan ta'jil, menebar cinta

Nah itu pengalaman saya, di minggu akhir Ramadhan yang seru. 
Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang ada.
Sesungguhnya ukhuwah itu lebih berharga dan patut untuk di perjuangkan dan di jaga. Karena ukhuwah itu anugerah dari Allah, persaudaraan yang terindah, yang pengikatnya hanya satu, yaitu ISLAM. Manisnya ukhuwah lebih manis dari air teh yang dikasih gula 5 sendok, manisnya ukhuwah lebih manis dari sirup yang dinikmati setiap buka puasa, manisnya ukhuwah lebih manis daripada muka saya *nahloh(?)




pelajaran lain yang bisa diambil hikmahnya, adalah bahwa berapapun harta kita yang kita infakkan/sedekahkan dengan niat karena Allah, pasti akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang lebih baik, seperti yang dirasakan saya dan juga teman-teman, menebar ta'jil dari hasil infak kami sendiri,  dan mendapatkan balasan yang lebih dari sekedar silaturahim. senangnyaaa... Alhamdulillah
“sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan” (Q.S 94:6)


huwaaah, gak nyangka tulisannya bisa sebanyak ini. Tapi semoga bisa memberikan manfaat yaa dan semoga Allah meridhoi setiap langkah-langkah kita. Aamiin J

-sekian

Gambarnya diambil dari Komik Muslimah